Ads

Friday, January 23, 2015

MAKALAH PENUAAN



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Dalam masa kehidupan manusia, mengalami suatu masa pertumbuhan dan perkembangan. Dalam masa tersebut didalamnya terjadi proses penyempurnaan baik fisik maupun mental makhluk tersebut. Proses ini terus berlanjut dari mulai manusia itu lahir sampai meninggal. Dimana proses tersebut sudah mencapai maksimal maka akan terjadi kemunduran secara perlahan dari organ dan fungsinya, perubahan fisik dan tingkah laku yang dapat diramalkan yang terjadi pada semua orang pada saat mereka mencapai usia tahap perkembangan kronologis tertentu. Hal ini merupakan proses multidimension dan merupakan fenomena yang kompleks yang dapat di observasi di dalam suatu sel dan berkembang pada seluruh system, walaupun pada kenyataannya terjadi pada tingkat kecepatan yang berbeda didalam parameter yang cukup sempit.
Akan tetapi proses menua dapat menyebabkan berkurangnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam maupun luar tubuh . walaupun demikian, memang harus diakui bahwa ada berbagai penyakit yang sering menghinggapi kaum lanjut usia.

Proses menua sudah mulai berlangsung sejak seseorang mencapai usia dewasa. Misalnya dengan terjadinya kehilangan jaringan pada otot, susunan saraf, dan jaringan lain sehingga tubuh mati sedikit demi sedikit.
Sebenarnya tidak ada batas yang tegas, pada usia berapa penampilan seseorang mulai menurun. Pada setiap orang, fungsi fisiologis alat tubuhnya sangat berbeda, baik dalam hal pencapaian puncak maupun menurunnya keadaan itu cenderung berputensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa swcara khusus pada lansia. Oleh karena itulah dibuat makalah ini yaitu untuk mengetahui kelainan atau masalah apa yang terjadi pada system tubuh tersebut.
1.2  Maksud dan Tujuan
1)      Tujuan Umum
Mampu menggambarkan proses penuaan yang terjadi pada manusia serta gangguan pada tubuh.
2)      Tujuan Khusus
·         Menjelaskan pengertian penuaan
·         Menjelaskan teori Penuaan secara biologis
·         Menjelaskan teori Penuaan secara psikologis
·         Menjelaskan perubahan – perubahan akibat penuaan

1.3  Manfaat Penulisan
Suatu makalah dapat dikatakan baik apabila dapat memberi manfaat yang dapat digunakan oleh orang lain untuk meningkatkan aspek kehidupan kearah yang lebih baik salah satunya dibidang kesehatan. Adapun manfaat yang diharapkan penulis yaitu :
1)      Bagi mahasiswa / diri sendiri
Dapat menambah pengetahuan tentang proses terjadinya penuaan.
2)      Bagi pembaca secara umum
Dapat dijadikan sebagai tambahan pengetahuan supaya dapat menjaga tubuhnya supaya proses tersebut tidak datang terlalu cepat.

1.4  Metode Penulisan
Metode penulisan yang penulis gunakan untuk menyusun makalah ini adalah metode literatur (mencari dengan berbagai buku sumber), dan mencari sumber-sumber di internet.

1.5  Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan makalah ini terdiri dari 3 bab yaitu :

Bab I Pendahuluan yang memuat latar belakang, maksud dan tujuan, manfaat penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.

Bab II Pembahasan yang mencakup pengertian penuaan, aspek biologis penuaan, aspek psikologis penuaan, serta perubahab-perubahan yang terjadi akibat penuaan.

Bab III Penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran.

Daftar Pustaka




BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengerian Penuaan
·         Penuaan adalah suatu proses multi dimensional dimana mekanisme perusakan dan perbaikan di dalam tubuh atau sistem tersebut terjadi secara bergantian pada kecepatan dan saat yang berbeda-beda disertai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun social yang saling berinteraksi satu sama lain atau perubahan progresif pada organisme yang telah mencapai kematangan intrinsik dan bersifat irreversible serta menunjukan adanya kemunduran sejalan dengan waktu.
·         Proses menua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri / mengganti dan mempertahankan fungsi normal sehingga tidak bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang di derita.
Proses ini dapat digambarkan melalui empat tahap yaitu, kelemahan (impairment), keterbatasan fungsional (functional limitations), ketidakmampuan (disability), dan keterhambatan (handicap) yang akan di alami bersamaan dengan proses kemunduran. Proses menua bukan merupakan suatu penyakit, melainkan suatu masa atau tahap hidup manusia, yaitu; bayi, kanak-kanak dewasa, tua, dan lanjut usia. Akan tetapi proses menua dapat menyebabkan berkurangnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari luar maupun luar tubuh. Proses menua sudah mulai berlangsung sejak seseorang mencapai usia dewasa. Misalnya dengan terjadinya kehilangan jaringan pada otot, susunan saraf, dan jaringan lain sehingga tubuh mati sedikit demi sedikit.
2.2 Aspek Biologis Penuaan
Menurt teori Biologis, penuaan terbagi menjadi beberapa pendapat antara lain:
a.      Teori Seluler
Kemampuan sel hanya dapat membelah dalam jumlah tertentu. Hal ini akan memberikan beberapa pengertian terhadap proses penuaan biologis dan menunjukan bahwa pembelahan sel lebih lanjut mungkin terjadi untuk pertumbuhan dan peraikan jaringan, sesuai dengan berkurangnya umur.
b.      Teori “genetic clock”
Menurut teori ini menua telah deprogram secara genetic untuk spesies-spesies tertentu. Artinya bahwa menua terjadi berdasarkan pada harapan hidup suatu spesies yang dipengaruhi oleh pembelahan mitosis dan reflikasi sel.
c.       Sintesis Protein (kolagen dan elastin)
Jaringan seperti kulit dan kartilago kehilangan elastisitasnya pada lansia. Proses kehilangan elastisitas ini dihubungkan dengan adanya perubahan kimia pada komponen protein dalam jaringan tersebut.
d.      Keracunan Oksigen/ Radikal Bebas
Radikal bebas dihasilkan oleh oksigen yang sangat reaktif oksodasi protein, lemak, dan hidrat arang yang nantinya membentuk unsure bebas dan melekat pada molekul lain dan merusak sserta mengubah strukturnya dan fungsi dari molekul itu sehingga menyebabkan kerusakan.
e.       Sistem Imun
Penuaan merupakan proses auto imun dimana system imun tidak bisa mengenali selnya sendiri akibar terjadi perusakan sel termasuk sel autokompeten yang mengakibatkan penurunan kekebalan tubuh sehingga tubuh mudah terkena penyakit terutama sel limposit T dari system imun.
2.3 Aspek Psikologis Penuaan
            Menurut teori psikologis, penuaan terbagi menjadi beberapa pendapat antara lain:
1.      Teori Pelepasan
Teori pelepasan memberikan pandangan bahwa penyesuaian diri lansia merupakan suatu proses yang secara berangsur-angsur sengaja dilakukan oleh mereka, untuk melepaskan diri dari masyarakat.
2.      Teori Aktivitas
Teori aktivitas berpandangan bahwa walaupun lansia pasti terbebas dari aktivitas, tetapi mereka secara bertahap mengisi waktu luangnya dengan melakukan aktivitas lain sebagai kompensasi dan penyesuaian.
3.      Teori Kepribadian Berlanjut
Perubahan yang terjadi pada seseorang lanjut usia sangat dipengaruhi oleh tipe personalitas yang dimilikinya, sehingga ada kesinambungan dalam siklus kehidupannya. Dengan demikian mengemukakan bahwa pengalaman yang terjadi di masa lampau merupakan gambaran saat ia menjadi lanjut usia dan dapat dilihat dari gaya hidup, perilaku, harapan yang tidak berubah.



4.      Teori Interaksi Sosial
Bahwa pada lanjut usia selalu bertindak atas dasar hal-hal yang dihargai masyarakat. Kemampuan usia lanjut untuk selalu berinteraksi social merupakan kunci mempertahankan status sosialnya berdasarkan kemampuannya bersosialisasi.

2.4 Perubahan-Perubahan Yang Terjadi Akibat Penuaan
            Perubahan-perubahan fungsi dan fisik yang terjadi akibat proses penuaan yaitu:
1.      Sel
2.      Sistem persarafan
3.      Sistem pendengaran
4.      Sistem pengllihatan
5.      Sistem kardiovaskuler
6.      Sistem pengaturan temperatur tubuh
7.      Sistem respirasi
8.      Sistem gastrointestinal

0 komentar:

Post a Comment